Sabtu, 26 Mei 2012
FF --> Baby I'am Sorry
Cast: 바로
한휴영
Gendres: Romance
***
“Baro Oppa!” panggil seorang yeoga yang baru keluar dari sekolahnya.
Akupun menoleh ke arahnya
“Kamu sudah selesai chagia?” tanyaku saat ia menghampiriku,
“Hmm oppa.. kenapa kamu masih menungguku, hari ini aku pulang terlambat.” Tanyanya balik
“Kwaenchana, aku hanya ingin pulang bersamamu dan memastikanmu sampai rumah dengan selamat” Jawabku.
“ahh.. jangan khawatir, aku bisa pulang bersama teman-temanku!”
“Sireoo..aku tetap ingin melakukan itu!”
“Ahh..kau tak percaya padaku oppa?!”
“aiissshhh Joayo!!” jawabku dengan nada kesal
“tapi kau harus menelponku sesampai dirumah, Arraso?” lanjutku
“Ndee (ˆ⌣ˆԅ) “ jawabnya dengan senyum manisnya
“kaja, oppa” ajaknya sambil menarik tanganku
Ya, namanya Hyu Young. Dia adlah yeoja yang 5 bulan terakhir ini membuat hari-hariku ersemangat. Aku benar-benar sayang padanya.
*** (Hyu’s House)
“Aku sudah siap oppa” teriaknya menghampiriku di depan rumahnya.
“Ahh jeongmal?” tanyaku sambil memperhatikannya dari atas kepala sampai kakinya
“Apa ada yang salah?” tanyanya
“Ahh kau ini, cuaca sedingin ini kau tidak memakai baju penghangat?”
“Ahh aku lupa, aku kembali lagi ke dalam,”
“Sini!” Aku menarik tangannya dan memakaikan syalku dilehernya
“Gomawo oppa”
“Ayo cepat nnaik, kita akan terlambat,”
“Ndee J”
“pegangan yang kuat,”
Akhirnya sampai di sekolahnya
“Ya, Chagiya, nanti tunggu aku di taman sekolahmu, Arraso?”
“Nde, ara”
“Aku pergi dulu, annyeong”
*** @Taman Sekolah Hyu
“Chagiya” panggilku saat melihatnya duduk di taman itu
“Huhh akhirnya kamu datang oppa!” jawabnya kesal >,<
“Aku hamper saja mati kebosanan karena menunggumu” tambahnnya
“Mianhae chagiya, tadi ada masalah di klub basket”
“Apakah basket lebihpenting daripada diriku? :/”
“Ahh aniyeo, tidak seperti itu, Ya chagia jangan marah.,lihat kerutan wajahmu muncul Haha :D” Candaku mencairkan suasana.
“Baro Oppa!!” teriaknya kemudian tersenyum manis
“Nah, kamu memang terlihat manis jika tersenyum seperti itu (: “
“Hmm aku lapar, kita makan dulu ya chagia”
“Joayo, nado”
*** @Korean Restaurant
Sampai disana kami memesan makanan kepada pelayan. Setelah menunggu beberapa menit, pelayan pun kembali membawa pesanan kami.
“ah sepertinya enak” Teriaknya
“Hmm disini memang terkenal bumbu khasnya”
“Ohh nde”
Kami pun menikmati makanan yang dihidangkan. Benar-benar lucu melihatnya makan
“Ya chagia, ternyata selera makanmu yangt besar tetap tidak berubah ya -_-“
“Hmm karena ini benar-benar enak” jawabnya yang tak jelas karena mulutnya penuh dengan makanan.
“Habiskan dulu makanan di mulutmu, nanti kau bisa tersendak!”
“Ehmm “ Jawabnya seadanya
“Sebaiknya kamu kurangi makan yang seperti itu, itu tidak bagus untuk kesehatan dan badanmu” Kataku sambil melanjutkan makan.
“Ah aku tidak bisa lagi merubahnya oppa”
“Apa kau tidak suka Oppa?” tambahnya
Aku hanya menatapnya
“ah sudah cepat habiskan makanmu” Perintahku lagi
Dia hanya menuruti tanpa berkata apapun
***
Ah rasanya aku benar-benar kangen padanya, walaupun tadi pagi aku bertemu dengannya, tetap saja aku begitu. Sebenarnya sekolahku dan sekolahnya berdekatan tapi tetap membuatku khawatir karena aku tidak bisa mengawasinya penuh. Saat jam istirahat aku langsung melesat mencarinya karena ada hal yang ingin aku tanyakan padanya.
“Chagiya!!”
“Apa yang kau lakukan disini oppa!”
“nan nika bogosipheo”
“Mwo??”
“Aku ksini ada yang ingin ku tanyakan padamu” Setelah aku menarik ke tempat sepi
“hmm wae??”
“Benar kau akan mengikuti drama untuk festival peringatan sekolahmu?” tanyaku dengan ekspresi marah
“Nde, darimana kau tahu?”
Ahh aku lupa kalau dia tidak tahu aku mengawasinya diam-diam Huhh
“Hah aku tau dari seseorang”
“nugu??”
“seorang temanmu”
“apakah kau mengawasiku setiap hari oppa?” tanyanya yang mulai penasaran
“Nde” “Tidak boleh??” tanyaku balik
“Mwo???” “Kenapa kau melakukan ini”
“Yak arena aku khawatir padamu!”
“Ahh sudah. Kembali ke awal!” tambahku “Mengenai drama itu, aku tidak setuju kau ikut”Lanjutku
“Mwo?Wae?Kenapa kau melakukan ini?!”
“Mwo?Wae?Kenapa kau melakukan ini?!”
“Ya akku hanya tidak suka kau bermesraan dengan namja lain”
“Aisshh alasanmu benar-benar tidak masuk akal oppa!”
“Walaupun kau tidak setuju, aku tetap ingin berpartisipasi” Tambahnya dengan nada kesal lalu meninggalkanku
“Ya!Aku belum selesai bocara, kamu mau kemana!”Teriakku
Dia tetap bejalan dan tidak menggrubisku
*** @Baro’s House
“Kesal Kesal Dan kesal! Kenapa dia tidak menjawab kembali pesan dan telepon dariku. Apa sih yang sedang ia lakukan!” Gerutu ku sambil mondar-mandir memegang handphone.
Berkali-kali aku menelponya dan mengirim pesa, tapi tidak ada satupun yang dijawanya, aku hanya menyerah dan hanya bisa menunggu.
Akhirnya pada jam 08.00 malam, barulah pesannya ku terima. Tanpa basa-basi lagi ku telpon dia sekali lagi.
“Yeobseyo oppa!” Jawabnya diseberang sana
“Ya!apa yang kau lakukan sejak tadi siang sampai sekarang kamu baru bisa menjawab pesanku. Kau tahu aku benar-benar khawatir!” cerocosku.
“Ahh mianhae oppa, aku tak bermaksud membuatmu khawatir” Jawabnya
“Tadi handphone ku ketinggalan dirumah, jadi baru sekarang aku bisa menjawab pesanmu” lanjutnya
“Mwo? Memangnya kamu kemana, abru sampai kerumah semalam ini?”
“Ah tadi aku latihan drama”
“Mwo? Kenapa kau tidak memberitahuku? Dan kenapa kau masih ikut serta padahal aku sudah melarangmu!” Teriakku
“Ya! Oppa! Tingkahmu itu sangat berlebihan, apakah semua yang aku lakukan harus terlebih dulu memberi tahu padamu?!”
“Dan aku bukan anak kecil lagi oppa! Aku ingin melakukan yang aku suka oppa. Aku akan tetap melakukannya meskipun kau melarangku!” Lanjutnya
“Ya, sebagai namja chingumu aku berhak mengetahuinya”
“Apa maksudmu!”
“Ya aku sama sepertimu, walaupun aku meminta dengan tangisan memohonpun kau tidak akan berhenti dari dunia basket demi aku kan! Aku juga sama sepertimu, jadi jangan memaksaku oppa!” Teriaknnya
“Ahh aigoo!ada apa dengan dirimu?!”
“Mwo?? Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, ada apa denganmu oppa!? Kau tahu sikapmu itu membuatku terbebani” Jawabnya kesal
“Terbebani?” Kataku kaget mendengar ucapannya
“Hah sudah aku tidak ingin berdebat denganmu sekarang, aku ingin beristirahat”Katanya, lalu langsung me-reject teleponku
Tuutt..Tuuttt..Tuuuttt
“Ya!Chagia!Hyu-ssi!” Teriakku
“Haahh aku benar-benar kaget dan kesal karena mendengar ucapannya tadi” Dumelnya
***
Sejka hari itu, aku terus memikirkan maksud ucapannya. Waktu itu bahkan tidak menelpon atau menemuinya sekadar menyapanya, entah kenapa dalam diriku timbul ras bersalah dan menyesal. Aku bingung harus bagaimana
“Apa itu benar, aku hanya menjadi beban untuknya saja” Hatiku yang dipenuhi oleh pertanyaan itu, “Apakah aku benar-benar seperti itu” Pikirku.
Akhirnya kuputuskan untuk menemuinya, setelah mengirim pesan singkat kepadanya, akupun menunggunya.
*** @Taman Kota Seoul
2 Jam aku menunggunya tapi belum juga datang, walau pun cuaca diluar benar-benar dingin, tapi tidak membuatku menyerah. Aku tetap ingin menunggunya sampai ia datang.
Sampai akhirnya, ia pun datang. Aku benar-benar senang melihat kedatangannya.
“Waeyo? Kenapa kau meminta bertemu denganku disini dengan cuaca sedingin ini” Tanyanya
“Hmm ada yang ingin aku tanyakan padamu”
“Mianhae” Lanjutku
“Mwo?”
“Mianhae, karena aku telah membuatmu terbebani selama ini” Kataku
“Oppa!”
“Aku tahu sikapku ini benar-benar menyebalkan,hanya bisa memerintahmu, hanya bisa menuntutmu, tidak peka terhadap perasaanmu, aku bukanlah namja-chingu mu yang baik. Aku benar-benar menyesal, tapi jika kau ingin mengakhiri hubungan ini, Aku siap!” Jawabku dengan senyum kepahitan
Dia tidak menjawab
“ahh aku benar-benar bodoh!Baboya!!” Kataku sambil memukul-memukul kepalaku
“Ya!Oppa!Kau memang bodoh!”Jawabnya
“Mwo?” Kaget mendengarnya
“Ya, kamu memang bodoh oppa! Karena tidak mempercayai hatiku oppa” Jawabnya
“Mianhae Chagia” “Aku melakukannya karena aku tahu, aku sangat takut kehilanganmu,”
“Nde Arrayo” “Aku tahu kau sangat sayang kepadaku, gomawo oppa” Jawabnya dengan tersenyum manis
“Untuk apa kau berterima kasih?”
“Karena kau telah menyadarkanku, bahwa dirimu benar-benar menyayangimu dengan tulus, mana mungkin aku akan meninggalkanmu oppa!”
“”jadi maksudmu, kau memaafkanku dan memberiku kesempatan kedua” Tanyaku
“iya, chasunwoo oppa!!” Teriaknya dengan senyuman jahilnya
“Gomawo chagia”Teriakku
“Aku janji tidak akan seperti itu lagi, aku akan merubahnya demi dirimu” Lanjutku sambil memeluknya.
“Ahh aku akan ingat itu…tapiii….”
“Tapia apa?” tanyaku
“Tapi kau benar-benar keras kepala ya, aku pikir kau seudah menyerah ketika cuaca sedingin ini”
“Haha, aku tidak mungkin semudah itu menyerah” Jawabku puas
“Jinjja?!” jawabnya sambil melemparkan bola salju kearahku
“Ya chagia, ternyata kau ingin mengajakku perang salju, Ok!” teriakku
“Haha, Ayo lawaqn aku oppa!” Tantangnya
“Ah joayo” “Kau yang meminta, aku akan menaangkapmu
Kamipun tertawa bersama. Aku senang semuanya kembali seperti semula, Baby I’am Sory ^^!! Aku berjanji akan membuatmu selalu tertawa seperti ini dan tidak membiarkanmu sedih lagi. Aku janji itu!!!^^
-The End-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar